SOREANG, (PR).-
Akibat musim kemarau empat bulan ini warga masyarakat termasuk korban gempa di Desa Neglasari, Kec. Banjaran, kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan air bersih dari Pemkab Bandung belum ada sama sekali, padahal korban gempa amat membutuhkannya.
"Kalau musim kemarau seperti ini warga Desa Neglasari pasti kesulitan air untuk mandi, cuci, dan minum," kata Ketua RT 01 RW 07 Desa Neglasari, Nana, di depan tenda pengungsi korban gempa, Jumat (11/9).
Pada saat bersamaan, rombongan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquari, S.I.P., berkunjung untuk menyerahkan bantuan dari PT PLN Distribusi Jabar dan Banten, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Yayasan Buddha Tzu Chi, Japfa, dan Alfamart, di Desa Neglasari, Kec. Banjaran, Jumat (11/9). Namun, sayangnya masalah kesulitan mendapatkan air bersih tidak muncul sama sekali.
Hal sama juga dibenarkan seorang warga, Mahdi, yang setiap pagi dan sore hari harus mengambil air di sumber mata air yang ada. "Jarak dari rumah ke sumber mata air antara 500 meter sampai 1 km. Capek juga kalau tiap pagi dan sore ambil air," katanya.
Untuk mendapatkan air bersih, kata Nana, warga harus berjalan kaki ke sumber mata air seperti ke Kp. Legok, Cikahuripan atau Cijambe. "Jarak terdekat ke Kp. Legok sekitar 500 meter. Tiap pagi dan sore hari warga mengambil air memakai ember atau dipikul," ujarnya.
Menurut Nana, kondisi makin parah dengan adanya para pengungsi korban gempa bumi yang kini masih tinggal di tenda-tenda. Rumah-rumah warga banyak yang rusak termasuk fasilitas jambannya, sehingga sebagian warga mandi ke sumber mata air. "Kalau bisa pemerintah segera mengirim bantuan air bersih karena warga sangat membutuhkan," katanya
Hal yang sama juga dirasakan warga Kampung Warga Mekar, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan yang terpaksa mengungsi. Kondisi lapangan yang berdebu dan tenda yang tidak nyaman serta minimnya jamban untuk mandi cuci kakus (MCK) membuat pengungsi merasa tidak nyaman.
"Kami merasa prihatin dengan masih minimnya fasilitas jamban atau MCK bagi para pengungsi. Apalagi, untuk mendapatkan air bersih juga cukup jauh," kata Ketua Yayasan Cendekia Muda Kota Bandung, Nouvielya Virgyniea, saat menyerahkan bantuan ke korban gempa Pangalengan, Sabtu (12/9). (A-71)***
Penulis:
Comments :
0 komentar to “Korban Bencana Sulit Dapatkan Air Bersih”
Posting Komentar