SUDAH menjadi kebiasaan, sehabis makan sahur, Sri (42) warga Jln. Tanjakan Nagreg No. 1 RT 01 RW 03 Kec. Cicalengka Kab. Bandung, sekeluarga kembali tidur. Akan tetapi, belum juga terlelap, pada Selasa (15/9) sekitar pukul 5.00 WIB, ia kembali terbangun mendengar suara gemuruh dari halaman rumah. Setengah sadar, Sri pun menduga, jangan-jangan terjadi gempa lagi.
Ternyata saat mengintip dari balik tirai jendela, halaman rumahnya tertutup kepulan debu. Melihat hal tersebut, Sri segera keluar rumah. Sesaat setelah melihat kejadian itu, ia sempat terpana. Pagar rumahnya hancur, parabola dan genting serta talang teras rumahnya juga hancur berantakan.
Yang lebih mengagetkan lagi, ternyata di halaman rumah ada truk Colt Diesel nopol BN 4027 EM dalam kondisi sudah terbalik. Ternyata rumah tersebut tertimpa truk pengangkut buah-buahan dan sayur-sayuran.
"Duh, sugan teh gempa deui," kata Sri sambil melihat-lihat kerusakan rumahnya. "Ini memang bukan kali pertama ada mobil yang terguling di daerah sini," katanya.
Sebelumnya juga pernah ada bus tersungkur di dekat rumahnya. "Akan tetapi, ini yang paling parah," ujar Sri sambil menuturkan, tanjakan Nagreg yang jaraknya sekitar 200 meter dari Jn. Cagak ke arah Garut dan Tasikmalaya oleh penduduk setempat dinamai tanjakan Usup.
"Mungkin dulunya, pemilik tanah ini adalah Abah Usup," katanya. Akan tetapi sekarang, ada orang yang menyebut tanjakan itu tanjakan Warung Bir. Mungkin di sini ada beberapa warung tempat istirahat para pengemudi, yang menyediakan dan menjual bir.
Sampai berdiri
Sementara itu, sopir truk nahas, Juli (27), warga Pandeglang Provinsi Banten, mengatakan, saat itu ia mengangkut sayuran dari Garut untuk dikirim ke Bangka dan Belitung. "Pas tanjakan ini, truk kehabisan tenaga, tapi mesinnya tetap hidup," katanya.
Juli pun segera menyuruh keneknya untuk mengganjal ban belakang. "Akan tetapi, waktu diganjal malah terangkat ke atas. Truk ini seperti berdiri," katanya. Selanjutnya, truk itu terguling-guling ke arah kanan jalan, hingga akhirnya sampai ke halaman rumah Sri.
Beruntung, pada saat peristiwa itu terjadi, lalu lintas dari arah Bandung masih sepi. Sebab, truk tersebut terguling ke arah jalan yang berlawanan, yaitu jalan menurun dari Bandung menuju Tasikmalaya atau Garut.
"Enggak tahu apa jadinya kalau saat itu ada kendaraan yang melintas, mungkin akan menimbulkan korban jiwa,’’ kata Juli.
Selain tidak sampai menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut tidak sampai menyebabkan jalan Nagreg menjadi macet. Sebab, badan truk ketika terguling tidak melintang menghalangi jalan, tetapi terbalik dan langsung masuk ke halaman rumah Sri. (Ahmad Yusuf/"PR")***
Comments :
0 komentar to “"Sugan Teh Aya Gempa Deui..."”
Posting Komentar